Awalnya hanya canda tawa yang aku berikan pada seorang wanita yang lugu dan berparas cantik. Namanya Anggun, seperti namanya yang Anggun dia adalah sesosok wanita sederhana. Dari stylenya saja dia selalu pakai bh dan segitiga pengaman kalau sedang di rumahnya.

"Hai, Agung..??" Sapa Anggun pada aku.

Karena sikapku yang dingin, aku hanya cuek saja padanya dan tanpa sedikitpun membalas sapaan Anggun. Lalu, aku melanjutkan perjalanan menuju rumahku. " Sial.. ! Waktuku terbuang 45 detik! Gara-gara menoleh sapaan si Anggun". Gerutuku sambil berjalan terburu-buru.

Sesampainya di rumah, aku langsung dobrak pintu aku yang tak dikunci dengan kekuatan 10.000 tenaga kuda. Lalu, aku masuk sambil ucapkan salam. Dan setelah masuk, aku betapa kagetnya. Dihadapan aku sedang terjadi hubungan suami istri, dan rupanya aku salah masuk rumah. Maklum, Itu rumah Mas Hartono dan Mba Hartini ini dekat dengan rumahku, dan cat rumahnya pun hampir sama dengan rumah aku. Rumah aku warnanya Merah, dan warna rumah mereka Kuning. Jadi, maklum kalau suka salah masuk rumah.

Karena kepergok malu, aku akhirnya kembali keluar sembari menutup mata kaki aku, dan berlari menuju rumahku. Sesampainya di rumah, aku segera berlari ke kamar dan segera rebahan. "Aduhhh.. Apa yang aku lihat tadi??.. Ah tidakk". Pikir aku yang jorok akibat kejadian tadi.

Tiba-tiba aku mendengar hp aku berdering, dan kulihat, ternyata Anggun menelpon . Karena, aku yang sedang tidak dalam kondisi baik, akhirnya aku riject telepon Anggun.

Hampir 10x Anggun menelpon, dan tak juga aku angkat teleponnya. Dan karena sudah mulai capek, akhirnya ia sms aku. "Agung.. Kamu keterlaluan ! Kamu tega !". Itu adalah isi pesan Anggun.

Melihat pesan Anggun yang seperti itu, sontak membuat aku bertanya-tanya. Aku tidak kepo, bukan pemirsa. Aku sengaja tak balas sms atau telpon balik Anggun karena, Aku tidak punya pulsa. Lalu, aku keluar dari kamar aku menuju rumah Anggun. Dengan, kecepatan kilat! Akhirnya aku sampai di Rumah Anggun.

Lalu, aku ketuk pintu Anggun dengan Nada Do Re Mi. Tapi, Anggun tak membuka pintu. Dan, ternyata Anggun menelpon aku. Ku angkat telepon itu, dan ternyata Anggun kini berada di rumah aku. "Oh My Good". Ucap aku, yang merasa kalau aku merasa bodoh.

Lalu aku panggil Anggun untuk menemui aku di rumah Anggun. Dan singkat cerita, akhirnya Aku dan Anggun sudah ketemu . Lalu, aku bertanya pada Anggun akan sms tadi. Lalu, dengan nada yang agak tinggi! Anggun membentak aku dengan keras.

"Kamu.. Selama ini tidak bertanggung Jawab!!".

"Apa?? Emang apa yang telah aku perbuat padamu?? Kamu Hamil sama aku..".

Plakkkk.. Tamparan dari Anggun ke Agung. " Kamu pikir pertanggung jawaban yang aku tuntut itu, aku hamil sama kamu !.. Tidak ! Gung.. Tidak.. !". Jawab Anggun yang marah.

"Lantas apa??".

"Kamu ingat-ingat tadi sore, apa yang telah kamu perbuat pada aku.. Hahh".

"Ohh hahaha, sapaan hai tadi kamu gak aku jawab ya, maaf deh maaf".

"Bukan!!".

"Lantas, apa?"

"Waktu kamu tadi aku sapa, kamu berhenti kan?? Terus kamu lihat aku sedang pegang selang untuk nyiram bunga".

"Iya aku lihat".

"Nahh.. Selang itu kamu injak, terus waktu kamu jalan lagi airnya nyemprot pada aku .. AGUNGGG".

"OH".

"YA".

-TAMAT-