Setelah pulang dari pekerjaan gua, gua langsung ke kamar mandi untuk melepaskan semua kegerahan gua dan membuang keringat-keringat asem gua. Tapi, sebelum mandi gua lihat abang gua (Watriman) sudah tertidur lelap di atas sofa dengan keadaan Televisi menyala, kipas angin berputar dan bekas secangkir kopi yang berisi minuman sejenis island. Dan tak lupa di sampingya terdapat sebotol Island yang sudah habis. "Wah, abang gua kayaknya mabuk lagi". Ucap gua dalam hati sembari geleng-geleng kepala.

Karena gua gak suka kalau abang gua suka minum, gua kerjain dia. Gua, masuk ke dalam mimpi dia. Di mimpinya itu gua nyamar jadi balon. Iyah, soalnya abang gua takut sama balon, soalnya waktu dia masih umur 4 jam , dia di jailin sama pamanya. Dia waktu itu di kagetkan dengan suara balon meletus.

Lalu di mimpi itu pula aku terus mengejar abang gua dan menakut-nakutinnya, sampai-sampai abang gua kencing di celana. Dia mohon-mohon sama gua yang nyamar jadi balon agar gua jangan nakutin dia, tapi gua terus nakutin dia dan bilang "Kamu Akan aku bunuh, jika kamu terus minum-minuman mulu".

Tapi, dia tidak terima dengan ancaman aku. Lalu, dia berlari ke kamarnya dan mengambil pulpen, lalu pulpen itu ia tusukan kepada aku, dan "DWARRR" , letusan yang terjadi. Tapi, aku tak hilang akal. Aku berubah menjadi seekor kertas.

Aku kerjain lagi abangku dengan membuat diriku yang sudah menjadi kertas, melayang-layang ke udara. Aku, takutin dia. Tapi, dia bukannya takut, malah dia ambil aku dan menuliskan pesan-pesan terakhirnya. "Aku titip adik aku, Agung". Itulah kalimat yang ia tulis. Dari kalimat itu aku keluar dari mimpinya dia.

Aku merenungi isi pesan yang tertulis dari mimpinya abangku, dan aku menangis terharu, bahwa abangku ternyata sangat menyayangi aku sebagai adiknya. Lalu, aku pun yang tak tega melihat abangku yang kedinginan, aku segera mengambilkan secuil selimut dan kuselimutin dia. Lalu, aku gendong abangku, lalu aku bawa abangku yang sedang tertidur ke belakang rumah.

Lalu, aku ceburkan abangku ke dalam kolam renang. Dan betapa kagetnya abangku , dia langsung bangun dan segera berenang ketepian kolam. "Apa yang kau lakukan pada gua". Tanya abangku yang mukanya memerah dan marah pada gua.

Lalu, aku kabur meninggalkannya sambil tertawa terbahak-bahak karena sudah mengerjainya. Singkat cerita setelah satu tahun dari kejadian itu, kini abangku sudah tobat dan berubah, ia kini menjadi seorang Ustad. Dan, alhamdulilah sekarang aku selalu di bimbingnya ke jalan yang lurus. Sampai-sampai pada suatu malam, aku dikasih kejutan sama dia , aku di kasih kejutan ulang tahun. Dia, menutup kedua mataku dengan lem korea. Lalu, gua di bimbingnya berjalan, dan tak sampai 15 langkah kakiku berjalan, abang gua ceburin gua ke kolam renang !.. "rasakan pembalasan gua", kata abang gua, sambil menertawakan gua.

-TAMAT-