Nama Tokoh

- Agung Laksana

- Herman

- Hendar



Penulis & Pengarang: Agung Laksana





Aomi adalah nama sebuah Desa Ghaib yang berada di kerajaan Darayama ! Konon katanya desa ini adalah tempat lahirnya dari Raja besar Darayama Pertama "Agung Laksana".

"Menurut Cerita para warga setempat kerajaan Darayama Raja Agung adalah Raja yang baik hati , Murah Senyum dan Tidak Sombong kepada Rakyat nya , dan hal inilah yang semakin membuat penasaran Herman ! Dan Herman ialah Wartawan dari Channel BPTv".

"Lalu Herman pun berjalan-jalan memasuki kerajaan Darayama untuk mencari Informasi-Informasi lainnya, dan di tengah perjalanan, bertemulah Herman dengan Hendar(prajurit) kerajaan".

"Hallo, Mas mau apa ke Sini ? Ada yang bisa saya Bantu? Tanya Hendar".

"Oh iya mas, perkenalkan Saya Herman , Wartawan dari Channel BPTv . Saya ke Darayama hanya ingin mencari Informasi tentang Raja Agung Laksana dan Desa Aomi itu mas".

"Oh Tentang itu ya, Mari duduk dulu Biar Saya Ceritakan".

"Baik-baik , Mas(sambil duduk) ".

"Jadi begini Mas, saya sebenarnya di larang Mas untuk memberitahu informasi semua ini, tapi karena Mas sudah jauh-jauh dari kota, maka saya akan menceritakan nya".

"Sebuah penghormatan bagi saya , akan semua itu! Dan apakah mas bisa mulai sekarang menceritakannya".

"Oh iya baiklah, Jadi Desa Aomi itu adalah tempat lahir Raja Pertama Agung Laksana, dan beliau itu raja yang sangat di segani oleh lawan-lawannya, karena para rakyat tidak berani melawan raja".

"Yaiyalah Mas".

"Singkat Cerita, Raja Agung itu sakit hati karena melihat Ratu Adine yang Selingkuh dengan Siluman Ular! Dan Raja Agung mendapat kabar lebih parah dari itu kalo mereka berdua ingin menguasai Harta dari Raja, dan kebetulan di Desa Aomi terdapat Mas yang lumayan banyak. Dan karena Mas itu tidak ingin di Kuasai Adine, akhirnya Raja pergi ke Desa itu sehingga menghilang lah Desa itu bersama Raja".

"Ohh.. Jadi Raja itu belum Mati ya Mas?? ".

"Ya.. Belum".

"Emang berapa Banyak Mas yang ada di desa Aomi? Sehingga Raja melindungi nya seperti itu".

"Menurut perhitungan Kerajaan kami! Mas-Mas itu terdapat 56 Jiwa".

" Lho Kok Jiwa?? ".

"Iya Jiwa, kan Orang dan Kalo Mba-Mba nya 36 Jiwa , di sertai anak-anak 6 Jiwa".

"Aduhh (sambil nepuk Jidat) kirain saya itu Mas Perhiasan atau Batangan! Ini malah Orang".

"Hehe.. Makannya kalo Orang Bercerita , Dengarkan dulu yang baik!".

"Baiklah, Tapi kenapa Desa Aomi menghilang?".

"Desa Aomi , menghilang itu hanya berkas-berkas Desa nya saja, Desa nya mah ada , dan tidak Ghaib".

"Ehhhmm.. Begitu" , jadi saya sebenarnya tertipu oleh semua Gosip tentang Desa Aomi!".

"Betul" .

"Baiklah, terimakasih atas cerita mas kepada saya , saya mau Pamit dulu".

"Baik.. Sama-sama".

"Setelah Pulang dari kerajaan Darayama , Herman pergi ke Kantor nya untuk Melaporkan Hasil Wawancara nya. Tetapi mengejutkan ! Kalo Bos menolak menerima Laporan itu.

"Heman cape-cape dari Jauh , Eh ini Di tolak ! ".

"Dan asalkan kamu tahu kalo saya Menolak Laporan itu! Di Karenakan saya di Laporkan ke Polisi !".

"Lho.. Boss kok kenapa bisa?".

"Iya bisa, Boss kemarin Pagi ngintip Gadis Mandi".

"Wah! Pantesan.. Bos harus menerima Hukuman itu".

"Setelah bercakap-cakap akhirnya Herman keluar dari kantor Channel BPTv untuk membeli segelas Kopi di sebrang Kantor.

"Ketika mau Nyebrang! Jedderrr.. !!".

"Ternyata Herman menginjak keong, di karenakan Jalanan sawah yang setapak membuat tidak sengaja membuat hancur nya rumah Keong tersebut".

"Tapi karena tidak mau di laporkan ke Polisi, akhirnya Keong itu di bawa Herman ke Apartement untuk di jadikan rumah sementara nya!".

-TAMAT-

***