Dipergaulannya yang masih dibilang remaja, Alak adalah seorang remaja cowok yang suka bercanda dan sangat jenius dari teman-teman seusianya. Alak juga terbilang orang yang sangat ramah tetangga dan orang-orang disekitarnya. Tapi, Alak juga terkadang suka berdiam bisu jika dirinya ada masalah, dan sifat periang dan suka bercanda itu, 180 derajat akan berubah menjadi dingin.

Bagaikan Es yang dilebur air panas akan mudah meleleh, tapi Alak beda. Apa yang ia rasakan, maka Alak akan menyelesaikannya sendiri karena Alak selalu menyelesaikan masalahnya itu dengan penuh ketelitian dan pemikiran yang amat tepat.

Pemikiran Alak memang dibilang sangat Jenius dan sangat dewasa, dengan kepandaiannya bertutur kata , ia mampu memikat orang-orang yang ia disekitarnya.

Walaupun begitu , terkadang Alak sering suka sombong akan kelebihannya itu, dan kesombongannya itu membuat Alak merasa selalu benar dalam semua hal. Bahkan, Alak pernah menasehati seorang Wanita hamil yang mau bunuh diri dengan terjun dari lantai sekolah paling atas. Dan, dengan nasehat Alak yang pandai memainkan untaian kata, Akhirnya wanita hamil itu tidak jadi melakukan hal bunuh diri.

Karena keberhasilannya itu, Alak menjadi tinggi hati dengan merasa dirinya seorang pahlawan. Tapi, ia bersikap merendah dan selalu bersikap dingin terhadap orang yang tidak akrab dengannya. Ia, hanya memamerkan kesombongannya itu terhadap orang-orang yang akrab dengannya.

Dari kejadian itu, Alak menjadi seorang pria yang dikenal dengan kharismanya yang sangat luar biasa. Alak, terkadang juga sering tidak suka dengan pujian-pujian dari orang-orang yang membanggakannya sebagai hero (pahlawan). Memang aneh dengan sifatnya, bahkan ada seorang wanita yang bernama Lusi, dan ia orang yang selalu memperhatikan Alak. Menurut pandangan Lusi, Alak ini terkadang orang yang asyik, terkadang juga orang yang bisa dibenci dan sifatnya itu selalu berubah-ubah dengan cepat. Memang, Lusi bukan siapa-siapa Alak, dia hanyalah seorang pengagum Alak yang bahkan pernah berfikiran bahwa Alak itu adalah seorang yang mempunyai kepribadian ganda.

Dia tidak ubahnya manusia biasa, bahkan dulu saja waktu sedang ngobrol dengan Lusi, Alak tiba-tiba termenung diam sekitar 5 detik, dan yang terjadi, dari sifat Alak yang waktu itu sedang marah sama Lusi, akibat Lusi menyinggung Alak, tiba-tiba Alak berubah sifat menjadi seorang yang sama sekali tidak menunjukan amarahnya.

Bahkan sikapnya itu berubah menjadi seorang yang sama sekali tidak merasa kalau dirinya tadi itu sudah melakukan amarah. Hal, ini menjadi salah satu alasan Lusi dari seribu kelakuan Alak lainnya. Sehingga Lusi pernah menyimpulkan kalau Alak itu mempunyai Kepribadian ganda.

Tapi walaupun Alak seperti itu, Lusi tak pernah berbicara atau memberitahukan perasaan yang dirasakannya itu terhadap Alak sendiri maupun teman-teman Lusi. Karena bagi Lusi, Alak adalah seorang pria yang mampu meluluhkan perasaan hatinya sampai tergila-gila pada Alak.

Sampai satu ketika ada kesempatan, Lusi memberanikan diri untuk ngajak kencan Alak. Rasa dagdigdug hati Lusi pun dirasakannya, saat mau menghubungi Alak. Dan, dengan perasaan yang besar, akhirnya Lusi memberanikan diri untuk menelpon Alak.

"Tak.. Tung.. Tuang.." bunyi ponsel Alak pertanda Ada panggilan Masuk. Karena selalu tidak jauh dari Alak, dengan cepat Alak mengangkat ponselnya.

"Hallo.. Siapa??" dengan suara dinginnya yang khas, Alak menjawab panggilan telepon Lusi.

"Hallo, Al.. Ini aku Lusi". Jawab balik Lusi.

"Oh, Lusi.. Ada apa??".

"Engga jadi Al.. Hehe". Dengan polosnya Lusi menjawab pertanyaan Alak.

"Hemm.. Ngomong aja, aku bakal tau apa yang kamu mau bicarakan". Jawab Alak sembari menyernyitkan Alis kanannya.

"Emang apa coba, tebak..".

"Kamu mau ngajak kencan kan". Dengan PD nya, Alak menebak apa yang diinginkan Lusi.

"Eh, apaan? Ngga kok..". Dengan agak malu karena tebakannya ketebak, Lusi tahan harga.

"Yaudah..".

"Hemm.. Jangan marah, Alak kita ketemuan di Hotel Alexis yah".

"Oke, kapan..??".

"Nanti malam ya, aku kirim jamnya berapa lewat chat".

"Oke".

Setelah percakapan itu, akhirnya Lusi sangat senang gembira sambil jingkrak-jingkrakkan di atas ranjangnya, dan tak sabar untuk nanti malam. Singkat cerita, 1 Jam sebelum pergi ke Hotel Alexis, Lusi segera membuka bajunya dan..

-Bersambung



Tunggu Part Berikutnya,- | Bantu Share | dan Tebak Apa yang akan terjadi |