Cerita Sebelumnya


Tapi, waktu akan berjalan menuju arah Jupri , tiba-tiba bayangan Jupri tadi hilang dengan cepat. Aku semakin kaget melihat apa yang terjadi. Tapi, walaupun begitu aku semakin penasaran dengan bayangan Jupri . Sehingga aku menengok ke sana ke mari seperti mencari sesuatu. Tapi, walaupun begitu aku tidak menemukan kembali Jupri. Sampai-sampai Sintia yang dari tadi bertanya kenapa aku, aku hanya mencuekkannya saja.

Lalu aku pun melanjutkan perjalanan menuju Wc. Dan sesampainya di Wc, aku melihat di semua pintu Wc ada tulisan "WC Ruksak". Dari situ aku menahan buang air kecil sampai aku pulang.

-4 Jam Kemudian-

Bel sekolah pertanda sudah selesainnya jam pelajaran sudah berbunyi. Aku pun yang sudah lelah dengan semua pelajaran hari ini dan pikiran tentang bayangan Jupri tadi mengakibatkan aku sedikit merasa pusing. Aku pun segera memasukkan semua peralatan belajarku ke dalam tas.

Setelah semuanya selesai, aku segera pulang ke rumah. Di perjalanan pulang , tiba-tiba aku melihat si Lalat Modus sedang menunggu seseorang. Lalu, aku berjalan saja tanpa menghiraukan dia.

"Stop .. !" Ujar si Lalat Modus yang tiba-tiba menghentikan langkah kaki ini.

"Hehh, beraninya kamu menghentikan langkah aku. Siapa kamu, hahh!". Ucap aku dengan marah.

"Dewi.. Dewi.. " sembari belaga mengelilingi aku, "kalau kamu mau melanjutkan perjalanan kamu, kamu harus bayar upeti padaku".

"Upeti ? Gak salah dengar.. Hah?? Emangnya kamu ini siapa ? Beraninya malak sama aku".

"Cepat.. !!! Kasih upeti padaku ". Ucap dia dengan nada keras yang sambil melotot tajam menatapku.

Karena aku takut dengan bentak si Lalat Modus, tiba-tiba aku tak sadarkan diri dan pingsan.

Beberapa jam kemudian , aku terbangun dari pingsanku dan aku kebingungan. Karena aku sudah berada di rumah.

"Alhamdulilah, kamu sudah sadar juga". Ucap ibu dengan senyuman sembari mengusap rambutku.

"Bu, kenapa aku sudah berada di sini? Tadi kan aku pingsan , gara-gara di bentak si Lalat Modus". Tanyaku pada ibu.

"Iya, untungnya tadi kamu dianterin sama teman kamu yang baik, dia menemukan kamu di jalan sedang pingsan".

"Emangnya dia itu siapa, bu??".

"Kalau gak salah, tadi bilang namanya Jupri".

"Hahh.. Jupri??". Tiba-tiba, aku melamun memikirkan apa yang terjadi sebenarnya. Antara aku dan Jupri yang padahal dia sudah meninggal.

Tapi lamunan itu, tidak membuat aku lupa akan kewajibanku untuk mengerjakan sholat dan makan.

Pertama aku makan dulu, karena keadaanku sedang lemas banget. Lalu aku pun segera menyantap makanan yang sudah berada di meja makan, yakni nasi goreng ft krupuk. Aku pun menyantapnya dan tak lupa membaca doa dan selesai makan aku minum 2 gelas air.

Setelah selesai makan, aku segera menunaikan sholat Ashar yang aku lewatkan. Lalu ku ambil wudhu, aku mulai baca niat dan mulai membasahi anggota tubuhku. Dan setelah selesai aku mulai pergi ke kamarku, untuk segera mengenakan mukena dan aku pun segera menunaikan sholat ashar dengan khusu.

-7 Menit Kemudian-

Aku beres melaksanakan sholat ashar. Lalu aku bereskan semua peralatan ibadahku dan segera menanggalkan pakaianku, untuk kemudian segera mandi.

Seperti biasa, tradisi aku waktu sedang membasahi tubuh ini, aku selalu melantunkan alunan lagu yang merdu dalam ruangan yang tertutup itu, alias kamar mandi.

Lalu aku ambil sabun , dan kunyalakan keran air pertanda aku siap di guyur dinginnya air di waktu sore hari. Aku mulai membasahi tubuh ini dan segera menyabuni setiap bagian tubuh ini. Karena keasikan, tiba-tiba sabun batangan yang aku pegang ini jatuh. Lalu aku menunduk dan mengambil sabun itu. Tapi , alangkah terkejutnya aku. Karena di hadapanku tiba-tiba ada.

Selanjutnya