Sudah 4 Part lagi ya aku cerita tentang Me And My Second Familly aku ini, dan di part 4 ini aku mau ceritakan sesosok wanita unik yang mengajarkan aku artinya perjuangan dan artinya kekecewan. Neng Atikah, adalah namanya, dia adalah pacar aku hingga saat ini, dan aku berkomitmen tidak akan ada kata putus walau nanti kita bukan jodoh. Mungkin buat keluarga aku yang lainnya selalu terganggu dengan Drama yang kami buat, dan menurut Tia Amelia, Wullan Purnamasari, Linda Karlinda dan Wina Nuraeni , kita itu bak Drama Korea. Aku sering berantem dengan pacar aku yang satu ini bahkan sampai merusak barang, mungkin kalian tidak tahu alasannya. Tapi disini aku akan klarivikasikan semuanya, Aku berjuang untuk jadikan dia hanya milikku, tapi perjuangan aku tak pernah dihargainya, aku bertahan karena memang tentu aku sayang dan cinta sama dia, tapi di sisi lain aku bertahan, karena aku tidak mau sekolah aku terganggu dan aku kini hanya bisa membiarkan diri dia terus menyakitiku.

Memang sudah lama aku merasakan sakit, dan memang sudah lama juga aku ingin mengakhirinya. Tapi, apalah daya, aku merasa lemah jika tanpanya. Dia telah menanamkan cinta yang begitu dahsyatnya di diri ini, dan untuk masalah barang-barang yang sering aku ruksak itu adalah ungkapan kekesalan diri ini. Bagaimana tidak, dia dari dulu telah menjanjikan banyak hal kepada aku, asalkan aku melakukan sesuatu padanya. Dan semua itu telah aku lakukan, tapi nyatanya tak ada satu janji pun yang ia tepatin, dan mungkin sekarang bukan rasa bahagia yang aku rasakan, aku selalu berpikiran dendam dendam dan dendam padanya, bagaimana tidak kawan, dia merusak harga diri ini dengan seenaknya dia, bahkan aku seorang cowok pernah ia dorong sampai jatuh dihadapan orang banyak dan sampai aku diludahin sama dia, tapi karena rasa sayang besar aku masih terus berjuang, dan kini disaat aku sadar akan kemunafikan dia, aku hanya berdoa kepada tuhan "jika dia jodohku, jadikanlah kami bahagia tanpa ada dia, dan jika bukan maka jangan pernah ketemukan aku dengan dia lagi, bahkan kalau iya, daripada aku harus putus lebih baik dia mati", itu doa yang selalu aku panjatkan.

Buat kamu Neng Atikah, aku kini hanya merasakan sakit hati bersama dirimu, tapi kamu juga tanamkan kebahagian buat diriku, jika kamu terus begini, kamu adalah manusia di dunia ini yang ingin aku tidak kenal dan lupa sama sekali. Tapi, ingat kata-kata aku "apa yang aku rasakan saat ini, sampai kamu mati kamu akan merasakannya", maaf jika aku berbicara seperti itu, tunggulah waktunya. Tapi aku harap ucapan aku itu hanya ucapan yang dipengaruhin syetan, karena dalam hati ini juga terisak batinku , hanya dirimu yang aku mau dan aku cinta. Kamu juga membuat aku benci pada keluargaku sendiri Ika Kartika, Wida , Mesa Wuliandara. Ke tiga saudaraku ini selalu buat aku benci pada dirimu, mereka tidak bisa jaga perasaan aku, Neng. Mereka selalu panas-panasin aku, tapi ya sudahlah semuanya sudah terjadi. Semoga kedepannya jadi yang terbaik, dan untuk Ika, Wida, dan Mesta aku sudah memaafkan kalian kok. Walau kalian selalu komentarin hidup aku.

Tak hanya berimbuh pada ke tiga wanita tadi, Neng Atikah membawa efek buruk akan pikiran aku, aku sampai benci sama Ranty sahabatnya sendiri dan juga Asep. Mereka mengira aku benci tanpa sebab, tapi sejujurnya aku benci karena Neng Atikah, Neng Atikah lah yang membuat aku seperti itu kawan, dan untuk alasannya aku tidak mau menjelaskannya. Lalu kenapa, aku disini menceritakan pengalamanku dengan pacarku ini tentang kekecewaan ? Karena pada hakekatnya diriku merasa bahagia diiringi rasa sedih, itu hanyalah ungkapan semata Neng. Jika mau benci aku, silahkan. Karena sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa melupakan aku, dan kamu akan dihantui bayang-bayangan rasa bersalah yang telah kamu perbuat. Teruntuk kamu Neng Atikah, Aku sangat menyayangimu sayang, jika iya jodoh, aku sangat bahagia sekali.