Aku menulis kisah ini untuk teman-teman terbaikku, maupun keluarga kedua aku. Kalian adalah makhluk yang diciptakan tuhan, untuk 3 tahun kebelakang ini menemani diriku di kelas Akuntansi (X, XI, XII). Kalian adalah teman yang mengajarkan aku semua hal, walau pelajaran yang kalian terapkan itu tidak disadari, tapi aku (Agung Laksana) merasakan pembelajaran yang berarti buat sekarang dan nanti. Awalnya aku hanyalah seorang anak lelaki yang culun dengan gaya fashion yang mungkin masih acak-acakan, dan aku masuk ke Dunia SMK ini dengan penuh pengharapan dan kebahagian. Tapi, harapan aku ini ternyata salah. Aku mengenang berbagai macam cerita dari lingkungan aku ini, aku merasakan yang namanya sedih, senang, sampai dendam. Tapi, itu semua terjadi dikala aku masih terbawa hawa nafsu, dan seperti sekarang ini , aku sangat kecewa. Karena begitu cepatnya alam memutar waktu yang selama ini aku sia-siakan, kini detik-detik perpisahan yang terjadi hanyalah permohonan maaf satu sama lain, tapi tidak dengan diriku. Mungkin diriku tidak hadir pada saat itu, tapi sesungguhnya keegoisan ini tidak bisa dibohongi , kawan. Bahwa diriku ini , ingin masuk dalam momen sukacita bersama kalian.

Tapi, semua itu sudah terjadi dan mungkin kalian beranggapan diri yang sekarang akan merasakan kangen yang berat pada kalian, beranggapan bahwa aku ini egois dengan sengaja mengasingkan diri. Tapi, tidak menurut hati ini, hati yang berbicara kawan, aku ingin melepas semuanya dengan pelukan dan ucapan maaf dalam momen sukacita itu, terutama untuk wanita yang aku sakiti sampai saat ini (Meli Suryakirana), tapi entahlah saat ini, mungkin dulu yah. Tapi, semoga kamu tau yah , hati ini sangat terngoceak untuk dimaafkan semua kesalahanku. Aku tau kok, dirimu maha pemaaf , kamu mempunyai sifat yang baik dan aku yakin dirimu merasakan apa yang kini tengah aku rasakan.

Ngomong tentang nama Meli Suryani . Mel, mungkin kamu sedang baca semua ini dan kamu masih sama aku gak , Agung Laksana , seorang cowok alay yang dulu kamu harapkan dan dulu kamu puja untuk jadi pasangan, tapi nyatanya malah nyakitin dan buat kamu benci, ingat gak?.. Mungkin masih ingat, dan akan terkenang yah. Ingat gak disaat kita dulu sering saling berharap, ingat gak disaat kita dulu naik gunung Sadahurip, yang awalnya kita jutek-jutekkan, tapi setengah perjalan kita akur dan bahkan melakukan hal romantis bak sepasang kekasih. Lalu di perjalanan, tangan kita saling berpegangan dan saling membantu , sampai-sampai aku terpeleset di perjalanan menuju puncak gunung itu. Lalu, sesampainya di puncak, aku dan kamu makan saling suap-suapan, dan klarifikasi yah buat teman-teman yang melihat foto aku nyuapin Meli itu, yang awal nyuapin itu Meli. Tapi, tak apalah itu sudah terjadi. Dan singkat cerita, itulah momen bahagia aku dengan Meli Suryani yang mungkin tak akan terlupakan.

Mengenai hal indah maupun buruk dengan Meli Suryani, ada lagi momen dimana kita sudah lama tidak kontek dan dekat, tapi entah kenapa alam menyatukan kita kembali, dan endingnyapun cukup menyayat hati. Dan, itu masih jadi pertanyaan aku sampai saat ini, lalu ada satu lagi kenangan indah yang kita lakukan, dan mungkin tak akan terlupakan, dimana pada hari itu, kita berdua bahas tentang perpisahan, dan dimana akhir obrolan itu aku tutup dengan kecupan di kening kamu, dan itu adalah kecupan aku yang sangat berarti dan menunjukan bahwa sebenarnya aku juga menyayangi dirimu, tapi itu sudah terjadi ya, mel. Kita hanya bisa mengenangnya dalam sebuah rindu dan menyimpannya sebagai sesuatu yang indah.

Dan untuk dirimu "Meli Suryani", wanita yang aku sakitin sampai dengan saat ini, inilah permintaan maaf dari aku, semoga kamu tau isi hati ini, dan semoga permaafan kamu pada diri ini, adalah ketulusan yang mulia, aku yakin kamu akan bahagia, dan aku yakin kamu wanita tangguh kedua selain ibuku. Tapi, ngomong-ngomong soal cinta, dari kelas X s/d XII , memang diri ini tak lepas dari yang namanya dunia percintaan.