Suasana kelas yang biasanya ramai, kini terasa hampa. Bukan karena ruangan kelas tidak ada penghuninya, tetapi hari Senin pagi itu adalah hari pertama dimana kami mengerjakan ujian pertama. Hanya suara batuk dan lembaran kertas yang terdengar di keadaan kami yang sedang fokus tertuju pada soal-soal ujian.

Tatkala membuat degup kencang jantung ini adalah iringan suara ibu guru yang berdiri dari bangku pengawasnya yang berada di depan. Seolah apa yang guru itu lakukan, membuat kami menjadi agak berisik, karena segera cepat-cepat menyembunyikan contekan, maupun hp yang tadi kami buka untuk searching.

Lalu Bu Ida berjalan perlahan sambil memperhatikan kami dengan tatapan tajam diiringi bibir yang sangat judes . "Kalian tidak ada yang boleh menyontek, kalau kalian ketahuan menyontek? Ibu akan ambil kertas ujian kalian dan akan ibu keluarkan kalian!". Ujar ibu Ida yang sangat tegas.

Tapi ucapannya itu membuat kami semakin ketakutan dan semakin hati-hati dalam mengerjakan ujian ini. Tapi, lain ceritanya sama si Niko, teman cowo aku yang duduk paling depan. Ia terlihat santai dan begitu tenang serta serius mengerjakan ujian, tanpa sedikitpun aku perhatikan dia menoleh ke belakang ataupun ke samping.

"Ssstttt.. Sssttt..". Suara dari Melan yang duduk di samping Niko , dan sedang mencoba menanyakan isi jawaban.

Entah kenapa Niko jadi tuli pikir aku, apakah dia pura-pura tidak mendengar karena tidak mau memberi jawaban pada Melan? Atau mungkin dia memang sangat pelit . Pikir aku yang sedari tadi memperhatikannya.

20 Menit kemudian, bel sudah berbunyi . Pertanda kalau ujian pertama sudah selesai, dan kami pun mendapat jatah istirahat . Lalu, kami tak sia-sia kan momen penting saat itu untuk segera ke kantin, karena kami menahan lapar dari tadi. Dan setelah membeli makanan, kami tak lupa segera buka buku untuk mempelajari mata pelajaran yang baru.

Tak sengaja, aku melihat Niko sedang duduk di kursi panjang luar kelas . Aku lihat dia tidak membaca buku atau pun sedang menghafal, tapi aku lihat ia hanya sedang memperhatikan hp nya, lalu dengan penasaran aku coba mendekatinya.

"Hii.. Nik, kok kamu malah main hp, kagak belajar ??". Tanyaku yang agak malu, karena Niko memang cowo yang agak cuek bagi orang lain, selain pacarnya.

Dia pun menoleh aku dan hanya berkata "hemm". Sungguh jawaban yang sangat dingin , pikir aku.

Lalu aku melanjutkan membaca buku sambil memakan jajanan yang ada di kantin, dan tak lupa aku juga sesekali menoleh Niko. Dia hanya fokus pada hpnya, lalu aku yang menoleh dari tadi , betapa kaget nya. Dia dari tadi ternyata sedang main facebook!.

"Gilaa.. Kamu, dari tadi main facebook??". Ucap aku yang menegur Niko.

"Iya", jawabnya lagi dengan singkat.

-6 Hari Kemudian-

Hari ini pun berubah kembali menjadi hari yang penuh ria, di karenakan ujian telah selesai. Dan hari ini pula, Nilai ujian dibagikan.

Satu per satu siswa yang berdasarkan absen dipanggil ke depan untuk menerima semua Nilai ujian itu, lalu aku degdeggan dengan Nilai aku yang mungkin pikir aku akan jelek.

Dan begitu benarnya, ternyata Nilai yang aku terima sangat jelek, dan hanya Nilai 7 yang terbesar dari semua mata pelajaran, yakni IPA.

Lalu aku coba tanya Melan, dan begitu sama halnya dengan aku, dia juga mendapat nilai yang bahkan lebih jelek dari aku.

Karena aku, orangnya sangat kepo. Aku tanya satu demi satu semua Nilai teman-temanku, dan yang terakhir aku tanya adalah Niko, si cowok cuek dan dingin itu.

Setelah melihat dengan kedua mata aku , aku sangat kaget melihat Nilai ulangan Niko yang semuanya mendapat nilai sempurna, yakni 100.

"Wihhh.. Hebat banget kamu, Nik? Kok bisa begini, kan kamu jarang belajar!'' . Tanya aku yang sirik.

"Cari tau saja aku siapa sebenarnya, di Google dengan keyword ini 4658e". Jawab Niko yang dingin.

Singkat cerita aku penasaran dengan semua itu, lalu aku buka keyword 4658e tadi di google. Dan betapa kagetnya, ternyata Niko adalah Seorang Profesor yang sedang menyamar menjadi siswa SMA.

-TAMAT-



Jika Suka Dengan Cerpen Ini, maka Share dan Komentar