Bagiku sebuah hubungan yang ideal itu tanpa adanya orang ketiga. Tapi, bedanya hubungan Aku dan Shevia. Hubungan kami di gantungi dengan masalah orang ke tiga.

Hari itu aku dan Shevia sedang berada di sebuah kedai kota Garut. Kami sedang ngobrol santai dan tiba-tiba, aku langsung mengalihkan pembicaraanku terhadap orang ketiga. Aku meminta agar hubungan dia dan Shevia disudahi saja, karena bagiku semua ini sangat menyakiti aku.

Lalu Shevia pun memberikan sebuah Janji pertanda Shevia akan meninggalkan Dia, jika Aku mau memperkenalkan Shevia pada orang tuanya , dan sebaliknya jika aku harus mau di kenalkan sama orang tuanya.

Memang tantangan seperti itu mudah untuk orang lain , tapi bagiku ini adalah tantangan berat yang harus melawan ke egoisan diriku. Dan disitulah aku membungkam semuanya seolah diriku tak mampu untuk menerima tantangannya.

Lalu hari demi hari berlalu, diriku terus berjuang menjadikan Shevia hanya menjadi milikku, dengan sesekali aku meminta agar Shevia sudahi hubungannya dengan Dia. Aku juga bingung dengan perasaanku ini, apakah aku bego atau bodoh , karena aku maunya mencintai dam menyayangi orang yang menyelingkuhi aku.

Lalu hari pun semakin lama semakin juga tak terasa dan tanpa Alasan, aku mengajak Shevia ke rumahku dan memperkenalkannya kepada kedua orang tuaku, walau tanpa rencana, tapi itu adalah moment paling membuat aku senang sekaligus dagdigdug.

Dari sana aku belum menagih janjinya, lalu seperti hari-hari biasanya aku terus memperjuangkan Shevia. Dari cara apapun dan kapanpun, aku selalu memperjuangkannya, walaupun terkadang hati ini merasa dibodohi.

Lalu tepat hari di mana semua orang berkumpul dan tanpa sengaja, aku juga di pertemukan takdir untuk bertemu dan kenal bersama orang tua Shevia. Lalu jantung ini terasa dagdidug , dimana aku merasa sangat gemetar dan malu.

Dari situlah aku mulai berani menagih janjinya yang dulu pernah dia ucapkan padaku, tapi ternyata sayangnya apa yang aku tagih itu , dia beri sebuah alasan lagi yang membuat hati ini semakin rapuh, dia tidak bisa menepati janjinya dan malah membuat ribet perjuanganku yang sia-sia ini.

-TAMAT-

(Dari Cowo yang Kau Sakiti)