Alkisah di sebuah rumah yang cukup besar, hiduplah seorang Pria dan wanita yang disinyalir adalah sepasang abg nanggung yang tinggal di tempat itu. Mereka belum resmi menikah, karena kepercayaan keduanya adalah pacaran seumur hidup tanpa ada ikatan pernikahan itu sudah syah.

Memang syah-syah saja bagi mereka berdua. Karena, mereka tidak mementingkan yang namanya norma negara maupun norma agama, karena bagi mereka, hidup adalah milik mereka bukan orang lain, jadi terserah mereka mau ngapain juga. Sepenggal kalimat yang pernah aku dengar dari kisah lama yang kian membesar.

Setelah lama diselidiki, aku selaku pengamat cerita, menemukan keunikan di dalam hubungan pasangan muda ini. Mereka, Sonya dan Lakanta. Konon mereka ini meresmikan ikatan pacarannya di umur 12 tahun. Dan sekarang umur mereka menginjak 18 tahun dan sudah tinggal bersama di rumah yang mereka bangun sendiri.

Walaupun masih muda dan labil, tapi mereka sangat pandai sekali memanfaatkan bisnis. Mereka membuka usaha, pabrik ganja di kota besar Bapak kota. Mereka, sangat lihai dalam mengambil keuntungan, dan karena itulah mereka di juluku The Human Litle Success.

Mereka percaya, kalau hidup mereka akan bahagia sampai mati. Karena sesuai dengan cara peradaban yang mereka buat, tuhan itu tidak ada. Karena inilah hidup mereka, bahagia dan sukses tanpa ada kepercayaan terhadap tuhan. Mereka, sangat bangga dan begitu yakin, karena tidak adanya didikan dari orang tua, jadinya seperti ini. Selalu merasa hidup di atas, dan jarang menengok kebawah, padahal alangkah baiknya di usia mereka yang masih belia, mereka tak sepantasnya bertingkah seperti itu.

Tapi inilah hidup, kadang seperti Kepompong, walaupun akan hancur, tapi mereka tetap sombong. Karena, di dalamnya terdapat suatu keindahan.

Sonya yang sekarang sedang mendownload anak di playstore, sangat bangga. Karena, dengan cara seperti inilah mereka bisa menurunkan ahli warisnya. Bagaikan Dajal, hidup mereka itu selalu benar, walau di mata orang lain salah, tapi harus benar.

Resiko jadi orang yang berada pun bagi mereka selalu dihiraukan, dari masalah kecil sampai dengan masalah yang besar. Itulah cinta, kadang membuat buta keadaan, tapi nyatanya tidak bagi sepasang kekasih yang berada ini.

Semakin lama aku semakin agak penasaran dengan kisah hidup sepasang atheis ini. Tapi, walaupun begitu? Percayalah. Tuhan tidak pernah membiarkan siapapun makhluknya berbahagia di atas penderitaan. Dan jikapun didunia ini yang sifatnya sementara, belum dapat balasan, percayalah ! Akhirat kelak yang membalasnya.

Setelah hampir 3 menit rasanya aku membaca cerita ini, dan banyak rasanya aku mendapatkan faedah, dan ada juga rasanya aku membuang waktu ku untuk membaca cerita ini. Hahaha, dasar Colokan Charger ! Serius amat bacanya.

Tamat