Senin, tepat pukul 13:00 kamu ucapkan kata perpisahan bagiku, hati ini sungguh tersayat sakit. Seperti, halnya kamu yang begitu tega meninggalkan aku . Tapi, walaupun begitu Aku tetap sabar menghadapi semuanya, aku duduk di kursi panjang taman Seri itu. Dia pergi meninggalkan aku, dan aku tertekuk kala dia pergi meninggalkan aku begitu saja setelah ucapannya yang menyakiti.

Aku memegangi kepalaku dengan kedua tangan ini yang menandakan seakan pecah karena menahan rasa sakit dan amarah yang tersimpan. Aku berdiri dari kursi itu, dan segera pergi meninggalkan tempat itu.

Di perjalan pulang aku melihat Jeni yang baru saja tadi putusin aku sedang ngobrol bersama seorang Pria. Hatiku yang begitu tak karuan langsung menghampiri mereka, dan tanpa pikir panjang aku pukul pria yang ngobrol bersama Jeni .

"Rupanya kamu !.. Pria yang merusak hubungan aku dan Jeni !. Rasakan ini..!". Sambil memukul terus pria tersebut sampai berdarah dan tanpa aku sadari dia mati.

"Agung!! .. Kamu , tega ! Bunuh dia". Ujar Jeni yang menangis.

"Tega apanya? Hahh.. Ini balasan buat kamu yang sudah nyakitin aku".

"Tapi, dia hanyalah sahabat aku! Kenapa kamu tega bunuh dia''. Sambil membentak aku.

"Mau dia sahabat kamu, mau dia pacar kamu, Aku tak akan peduli ! Ini akibat kamu sakitin aku. Rasakan ini ". Ujar aku sambil memukul Jeni dengan tangan aku sampai mati juga.

"Rasakan itu, manusia terkutuk.. !". Cuiiihhh.. Ucap aku yang marah sambil meludahi kedua mayat Jeni dan pria itu.

Setelah itu , aku pergi meninggalkan mereka berdua. Sesampainya di rumah, aku segera bergegas menyiapkan pakaian ke dalam tas . Karena pikir aku, jika aku terus tinggal di rumah, polisi akan mudah mencari diriku.

Setelah semua selesai, aku pergi menuju terminal Bus kota Garut. Sesampainya di sana, aku segera menaiki Bus yang tak sempat ku lihat tujuannya kemana.

Hampir satu jam perjalanan, aku tertidur dalam bus.

Cukup hampir lama aku tertidur, dan setelah melihat jam tanganku waktu menunjukan pukul 19:00 WIB. Berarti, aku tertidur hampir sekitar 2 Jam. Lalu, aku melihat keluar kaca bus. Dan aku kebingungan, aku berada dimana. Lalu aku melihat sekeliling aku, dan begitu kagetnya aku ternyata di dalam bus itu hanya aku dan pak supir saja.

Lalu aku berpindah tempat dari yang duduk di kursi kiri tengah, menuju kursi depan dekat pak Supir. "Pak, kok kursinya pada kosong? " tanyaku pada pak Supir.

"Rame kok, de". Jawab dia dengan datar.

"Ahhh.. Bapak, bisa aja. Ini sepi gini, kan yang ada di dalam bus cuman kita berdua, pak".

"Hmmm.. ". Sambil senyum kecil melihat aku.

Dari situ aku mulai agak kebingungan dan merasakan hal aneh karena pertanyaanku pada pak Supir beda jawaban.

Aku mencoba tidur lagi, tapi mataku yang tadi sudah tidur. Kini sangat susah untuk tidur lagi.

Tiba-tiba bus berhenti di suatu jalan yang sepi, dan ku lihat di sekelilingku hanyalah pepohonan . Dengan hanya penerangan lampu depan bus saja, aku sudah mulai agak merinding.

Lalu aku penasaran kenapa bus berhenti. Dan seketika aku mau bertanya pada pak Supir, begitu kagetnya aku karena tiba-tiba pak supir tidak ada.

Lalu , aku berteriak minta tolong dengan sekeras-kerasnya. Aku buka hp , aku lihat signal hp pun sudah tidak ada.

Lalu, aku keluar dari bus itu dan segera lari meninggalkannya. Dan, tanpa sadar aku berlari melewati jalan yang begitu tenang dan sepi.

Aku melihat di depan aku, ada jalan yang nanjak sekali dengan kemiringan 90 derajat. Lalu, aku kebingungan menaikinya, dan tanpa sengaja aku bertemu dengan Spongebob Squarpants yang sedang memegang Balon. Lalu aku menghampirinya, dan ku tanyakan padanya kenapa ia berada di jalanan sendiri. Dan dia menjawab , aku sedang menunggu bus . Dari tadi bus tidak ada yang lewat.

Dari nasib yang aku dan Spongebob rasakan, akhirnya kita berdua main catur sambil menunggu bus datang.

Dari kejadian itu, kini aku dan Spongebob menjadi sahabat seperjuangan . Dan tanpa, Spongebob tau bahwa aku sebenarnya adalah seorang Pembunuh. Dan kami pun hidup tenang di Bikini Bottom.

~TAMAT~

Jika Anda suka cerpen ini, silahkan share dan komentar. Jangan lupa baca cerpen yang lainnya dari blog ini, Salam Karya.