Iringan tangis dan tawa mengiringi kepergianku, mereka teman-temanku dari SMK Swasta Ibu Muda . Mereka sangat bersedih ketika kehilangan diriku, mereka hanya bisa diam dan tak bisa berbuat apa-apa, sembari menabur bunga. Kepergianku yang tak disangka oleh mereka, karena kepergianku yang sebelumnya meninggalkan canda tawa karena bahagia bersama mereka, kini harus jadi duka karena diriku sudah tiada.

"Kenapa, kamu pergi begitu cepat, jo !". Ujar Nanda yang menangis terisak-isak.

"Sudahlah, Nanda, kamu harus belajar ikhlas & sabar. Joan akan bahagia di sana''. Tutur kata yang menyemangati Nanda dari sahabatnya, Puja.

Percakapan itu yang singkat, hanya berujung diam dan tangis, dan begitu banyak tangisan yang terdengar begitu menyedihkan buat mereka. Aku , yang sebenarnya sudah menjadi arwah, hanya bisa tersenyum bahagia sembari meneteskan air mata, karena melihat semua teman-teman dan keluargaku begitu sedih akan kehilangan diriku.

Singkat cerita, setelah semua proses pemakaman diriku selesai. Mereka pergi meninggalkan diriku, aku hanya bisa terdiam dan kesepian di dalam kuburan yang penuh kegelapan.

Tak berselang lama, tiba-tiba datang makhluk aneh yang menghampiriku. Dia membuatku takut , aku tak bisa berbuat apa-apa, dan hanya berteriak minta tolong dengan suara lantang !.. Walaupun begitu, teriakan aku tidak ada satu pun orang yang mendengar.

Aku hanya pasrah dan bisa menahan takut, akan keberadaan makhluk aneh itu. Aku, terdiam dan tak bisa berkata apa-apa, selain menyebutkan kata Allohuakbar.

Terus aku mengucapkan takbir, sampai seketika keadaan menjadi terang dan penuh kedamaian. Aku, bingung dengan semua yang terjadi pada aku, dan bertanya-tanya kebingungan, aku berada dimana.

Tiba-tiba keadaan yang cukup damai dan tenang itu, datang suara yang menangis dan mendengung kencang memanggil manggil nama ku, "Joan.. Joan.. Joan.. Kembalilah, kami menunggumu", itu sepenggal kata yang hanya aku bisa tangkap dari tempat itu.

Lalu aku mencari asal suara itu, aku berjalan ke arah barat, dan semakin jauh aku mendatanginya aku juga semakin dekat juga dengan asal suara itu. Lalu, aku melihat cahaya merah yang sangat cerah. Dengan rasa penasaran, aku mendatangi cahaya itu dan seketika aku telah dekat , aku tersedot ke dalam cahaya itu.

Aku takut , aku gelisah, aku bingung, karena kini aku berada di tempat yang begitu panas dan banyak api, dan hanya mendengar teriakan tolong dan tolong sembari ku lihat banyak orang yang berlarian ke sana ke mari.

Lalu, aku melihat ke arah sumber api yang begitu besar dihadapanku, dan aku mulai ketakutan dengan api yang sebesar itu. Lalu tanpa aku gerakkan, kaki ku bergerak menuju sumber api yang besar itu. Dan, setelah aku semakin dekat, tiba-tiba ada yang menarik tanganku.

"Stopp.. Kamu mau kemana??".. Ujar Nanda yang ternyata menarik tanganku ini.

"Aku tak tahu.. ", jawabku yang ketakutan karena semakin dekat dengan sumber api.

Lalu Nanda memukulku dengan balok kayu, dan membuat diriku pingsan.

"Dasar cowo Aneh.. !! Orang lain kebingungan mencari air untuk memadamkan api yang membakar sekolah kita, kamu malah sok so'an mendekatinya". Ucap Nanda yang kesal akan tingkah aku ini.

-TAMAT-



Untuk pembaca yang suka cerita ini, silahkan untuk di share. Dan untuk, pengguna blog silahkan masuk dan berikan komentar kamu. Dan untuk anda bukan pengguna blog, silahkan berkomentar lewat Buku Tamu, di atas. Dan, baca lagi cerita lainnya karangan saya, Moch Agung Laksana . Terimakasih.