Pada suatu hari, Nico mengajak teman-temannya untuk pergi berjelajah ke hutan perkemahan untuk mengungkap misteri yang sering terjadi di sana. Ada banyak teman-temannya yang setuju dengan rencananya dan mau ikut pergi menjelajah dengannya. Mereka adalah teman sekolahnya. Mereka adalah Nico, Tania, Risa, Dira, Zahra, Ayu, Rudi, Ratih, Lily, Andri, Mita, Robby dan Tyas.
Keesokan paginya mereka bertiga belas pergi ke hutan tempat perkemahan itu. Mereka pergi ke sana dengan menaiki bus dan dipimpin oleh Nico. Setelah sampai di dekat hutan, mereka turun karena tidak ada jalur bus untuk masuk ke hutan. Mereka pun berjalan kaki masuk ke dalam hutan dengan dipimpin oleh Nico ”SANG PROFESOR”. Setekah agak jauh mereka berjalan, Nico pun lupa ke arah mana untuk menuju ke Bumi Perkemahan. Karena Nico lupa rute ke Bumi Perkemahan, mereka pun tersesat dan salah jalur menuju jurang.
Setelah mereka mendekati jurang, Nico dan teman-temannya tidak tahu kalau di depannya ada jurang. Sehingga membuat Nico terpeleset dan jatuh ke dalam jurang. Teman-temannya pun segera menolong Nico dan Nico akhirnya dapat naik ke atas. Karena peristiwa itu Nico sangat ketakutan sehingga ia berubah menjadi sebuah buku. Lalu Tania segera mengambil buku itu dan membawanya.
Karena sudah hampir larut malam, mereka beristirahat. Ketika akan tidur Dira merasa lapar karena dari pagi ia belum makan. Kemudian Rudi memberikan bekal makanannya kepada Dira dan menemani Dira. Setelah itu mereka semua tidur dengan sangat pulas.
Keesokan harinya, mereka semua terbangun dari tidurnya. Tania menyadari kalau tiga orang temannya tidak ada bersama mereka, yaitu Ayu, Ratih, dan Mita. Lalu Tania mengajak temannya untuk mencari Ayu, Ratih, dan Mita. Karena panik dan terburu-buru mereka tidak sadar kalau Risa dan Dira tertinggal di tempat tadi. Ketika agak jauh mereka baru menyadari kalau Risa dan Dira tertinggal. Lalu mereka cepat-cepat kembali ke tempat peristirahatan mereka tadi.
Setelah sampai disana, ternyata Risa dan Dira sudah tidak ada di sana. Mereka pun segera mencari Risa dan Dira sampai mereka menemukan desa yang terpencil di tengah hutan. Lalu mereka meminta bantuan kepada penduduk untuk mencari teman mereka yang hilang. Lalu penduduk menawarkan salah satu rumah untuk tempat mereka beristirahat selama pencarian teman mereka.
Setelah malam tiba, mereka semua tertidur karena besok mereka akan kembali mencari teman mereka yang hilang. Kecuali Tania, Tania tidak dapat tidur karena memikirkan teman-temannya yang hilang.
Tiba-tiba Tania mendengar sekelompok penduduk yang membicarakan tentang rencana jahat mereka untuk membunuh Tania dan teman-temannya. Tania kaget mendengar pembicaraan rencana jahat penduduk terhadap mereka. Lalu Tania segera berlari menuju teman-temannya yang sedang tertidur dan membangunkannya secara pelan-pelan. Setelah mereka semua bangun Tania langsung menceritakan tentang apa yang didengarnya tadi. Mereka semua kaget tentang apa yang telah diceritakan Tania. Dan akhirnya mereka membuat rencana untuk menjebak warga yang punya rencana jahat kepada mereka. Mereka semua sepakat akan menjebak warga dengan merelakan salah satu teman mereka untuk dijadikan umpan yaitu Tyas.
Keesokan harinya, mereka menjalankan rencana mereka untuk menjebak warga. Pertama-tama, mereka pamit kepada warga untuk jalan-jalan dan mencari teman mereka yang hilang. Mereka juga meminta warga untuk menjaga Tyas yang sedang tertidur karena kecapekan. Setelah itu mereka bersembunyi dan mengintai apa yang akan dilakukan warga kepada Tyas.
Setelah beberapa lama mereka mengintai warga, mereka melihat kalau warga membawa Tyas ke luar rumah secara paksa dan membawanya menuju suatu tempat. Dan ternyata tempat itu adalah tempat menjadikan tumbal.
Sesampainya di tempat itu, warga membunuh Tyas sebelum dijadikan tumbal. Melihat itu Tania dan teman-temannya berteriak histeris, sehingga membuat warga mengetahui kalau Tania dan teman-temannya mengikuti warga. Kemudian warga langsung mengejar Tania dan teman-temannya. Tania dan teman-temannya berlari dan berusaha untuk melawan warga.
Akhirnya mereka berhasil mengalahkan warga dan setelah itu mereka berusaha untuk menyelamatkan Tyas tetapi, namun mereka sudah terlambat. Mereka semua menangisi kepergian teman mereka dan menyesal telah menjadikan Tyas korban pembunuhan terakhir.
Di antara mereka bertiga belas yang bersama-sama pergi menjelajahi hutan, hanya delapan orang saja yang selamat yaitu Tania, Zahra, Rudi, Lily, Andri, Mita, Robby dan Nico yang masih ketakutan dan menjadi buku. Setelah keadaan aman tiba-tiba Nico berubah lagi menjadi manusia. Melihat Nico berubah menjadi manusia, Tania langsung berlari menghampiri Nico dan laangsung memeluknya. Nico yang tiba-tiba dipeluk oleh Tania menjadi kaget dan bingung. Kemudian mereka segera kembali ke rumah mereka dan segera melaporkan ke pada polisi tentang kejadian yang mereka ketahui.